BERKARIR ATAU RUMAH TANGGA


Berkarir atau ibu rumah tangga?

Pertanyaan seperti itu sering kali menjadi kebingungan yang sangat berarti.
Hal pertama kali yang kita harus pahami adalah apa tujuan kita menikah? Yaitu Untuk Menegakkan Rumah Tangga Yang Islami, menyempurnakan separuh agama. Menikah juga merupakan sunah rasul.
Menurut Al-Qur-an dan As-Sunnah yang shahih, dan penjelasan para ulama bahwa di antara ciri-ciri wanita shalihah ialah :

1. Taat kepada Allah dan taat kepada Rasul-Nya,

2. Taat kepada suami dan menjaga kehormatannya di saat suami ada atau tidak ada serta menjaga harta suaminya,

3. Menjaga shalat yang lima waktu,

4. Melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan,

5. Memakai jilbab yang menutup seluruh auratnya dan tidak untuk pamer kecantikan (tabarruj) seperti wanita Jahiliyyah.

6. Berakhlak mulia,

7. Selalu menjaga lisannya,

8. Tidak berbincang-bincang dan berdua-duaan dengan laki-laki yang bukan mahramnya karena yang ke-tiganya adalah syaitan,

9. Tidak menerima tamu yang tidak disukai oleh suaminya,

10. Taat kepada kedua orang tua dalam kebaikan,

11. Berbuat baik kepada tetangganya sesuai dengan syari’at.

Apabila kriteria ini dipenuhi -insya Allah- rumah tangga yang Islami akan terwujud.
Pada poin no 2 jelas terlihat, istri yang Solehah adalah istri yang taat kepada suami. Bukankah ketika dirumah kewajiban kita sebagai istri lebih terpenuhi? Membuat sarapan ketika suami mau berangkat kerja. Masakan sudah siap ketika suami datang, atau pun mengerjakan pekerjaan rumah sehingga suami betah di rumah, Apa jadinya jika semua itu terbalik. Istri pulang kerja , suami pun pulang kerja. Sampai rumah tidak ada makanan, rumah berantakan ataupun hal lainnya.. akan membuat rumah tangga menjadi tidak harmonis.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’anul Karim, yang artinyal

“Wanita (istri) shalehah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka.”(An-Nisa: 34).

Jikapun seorang istri tidak bisa memasak. Itu adalah kewajiban , belajarlah...memasak sedikit demi sedikit. Dan suami yang baik pasti akan paham betul. Dia tidak akan marah kepada sang istri kalaupun makanannya tak enak. Karena suami yang baik adalah yang mendidik bukan menuntut. Maka dari itu belajarlah sesuatu yang nantinya setelah menikah akan sangat berguna.

Jangan lah ketika mau menikah sangat terburu padahal belum cukup ilmu. Karena dalam pernikahan bukan hanya tentang kebahagiaan.

Namun, kebahagiaan akan ada dengan sendirinya dengan adanya pengetahuan.
Menjadi ibu rumah tangga adalah profesi yang mencangkup semuanya...
Kita bisa lebih berbakti pada suami.
Memenuhi kewajiban sebagai seorang istri.
Ataupun mengurus anak dengan baik
Sekali kali ucapkan lah terimakasih pada suami karena sudah bekerja keras menafkahi istri dan anak.
Ucapkan lah dengan penuh kasih sayang. Karena pada dasarnya pernikahan dibangun atas dasar cinta dan kasih sayang.
Bukankah jika kita dirumah , itu lebih indah?
Kalaupun ada alasan tertentu yang menuntut kita sebagai seorang istri untuk bekerja . Maka carilah solusi yang tetap menjaga kewajiban mu sebagai istri. Misalnya membuka usaha dirumah. Ataupun pekerjaan yang bisa dilakukan dirumah.
Jika ada seorang bertanya, lalu untuk apa seorang wanita sekolah tinggi tinggi dan mahal?
Ukhti, bukan kah ibu adalah madrasah utama untuk anak anaknya? Lalu pergunakan lah ilmu yang kita punya untuk mendidik anak menjadi Soleh dan Solehah.
Karena kepintaran bukan soal mahir dalam berkarir saja..
Jadi , mau menjadi ibu rumah tangga? Atau Buka usaha dirumah?

Jikapun memang ada suatu hal lain yang mungkin benar benar mengharuskan kita sebagai istri bekerja diluar. Utamakan izin suami ya ukhti, bagaimanapun izin dari suami merupakan ridho Allah juga..
Dan ketika kerja.. usahakan kita jangan terlalu penuh meluangkan waktu dengan bekerja sedangkan suami hanya dapat lelahnya kita. Carilah pekerjaan yang memang wajar dan cocok untuk seorang yang telah berumah tangga. Bukan pekerjaan yang berangkat pagi dan pulang malam. Walaupun kerja tapi tetap bisa mengurus suami dan anak.

Untuk masalah keuangan... Serahkan pada Allah. Jika suami sudah bersungguh sungguh mencari nafkah dan kita sebagai istri harus bisa mendukung nya..
Mendukung seperti apa?
Membantu seperti apa?
Beli lah kebutuhan yang memang diperlukan.
Beli lah keperluan secukupnya..
Jangan berfoya foya..
Makan dengan sederhana tapi nikmat jika bersama keluarga...
Cukup tidak berlebih
Karena nilai bahagia lebih dari segalanya
percayalah, bersama Allah . Rumah tangga akan indah.





Penulisan ini semata mata berasal dari pengalaman teman teman dan sebatas pengetahuan . Saya pun masih banyak belajar.
Karena keterbatasan ilmu yang saya punya.
Untuk para wanita.
Semoga kita semua senantiasa bisa menjadi ibu yang baik. Karena ibu yang baik sudah pasti istri yang baik nan Solehah.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

02. galen anak mama yang soleh

LEVEL