Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Maaf dan Terimakasih

Katanya magic word.... Sederhana dan sangat simple.. Berbait nya penuh makna dan berkesan Tertitip rasa manis dan penuh cinta Berbalut kasih sayang Tiap hurufnya seperti membius... Amarah menjadi reda Hati menjadi lebih percaya Dan rasa menjadi lebih tersimpan lama Namun sayang.. Kata kata ini hampir punah masa sekarang... Ketika kedekatan dan pertemanan saling terikat tanpa jarak. Rasanya sudah tak pernah lagi kata ini terpakai Dengan alasan "untuk apa" Kita sudah lama bersama dan bersahabat. Padahal kata kata ini yang dulu mempersatukan mereka Kata kata ini yang dulu menghipnotis mereka.. Dan kata kata ini yang akan memperpanjang hubungan mereka... Padahal betapa manisnya hidup dipenuhi kata kata ini. Bukan berarti gila kehormatan Namun indah jika setiap yang kita lalukan itu penuh apresiasi.. Dan kesalahan yang kita lakukan dapat kita akui... Sekarang kita bukan akan menemukan orang berkata kata ini... Tapi kita akan menemukan kata kata ini dala...

Doa tanpa henti

Ku terus saja melihat jam yang tak berhenti berdetak Kau terus berdoa dengan harapan yang sama Tujuan dan keinginan yang sama... Untuk sebuah keajaiban Kau menangis dengan tekad kuat.  Kau masih menghadap sajadah itu sambil meyakinkan diri. Mungkin ketika aku bersujud lebih lama... yang kuasa akan mengabulkannya Kau usap air mata yang terus membasai pipi. Seraya berkata pada diri sendiri. Teruslah bersolawat ...  Teruslah.... Terus kan doa panjang dan hajatmu Allah mendengarkanmu Kau yang terus merengek pada yang Kuasa. Seperti tangisan bayi yang meminta susu pada ibunya. Dan dalam doa yang amat panjang selalu kau jatuhkan air mata. Yang mungkin sebagai tanda untuk meyakinkanNya.... Walau suatu saat nanti mungkin kau akan tau apakah yang terbaik yang dimaksud Nya. Karena kau, adalah dirimu sendiri. Kau yang sedang menasehati dirimu sendiri. Dan kau yang menguatkan dirimu sendiri. Kau adalah dirimu yang menuliskan ini sendiri. Ya itu adalah kau. Kau adalah aku..... Karena untuk...

Bodo Amat saja

Begitulah katanya.... Salah satu cara mengikhlaskan paling mudah adalah...  Bersikap bodo amat.  Mencoba bersikap tidak apa apa dan tidak masalah.  Ini hanyalah permainan dunia... Sadar diri bukan yang istimewa... Jika merasa istimewa. Mungkin bukan kepada ku saja .. Kepada Yang lain juga. Iyah... kebodohan memang terus ku ulangi. Mau dikata apa..  Lemah sekali raga ini. Rapuh... Iyah, aku tau. Bukan menjadi kesatu yang ku mau. Namun ya satu satunya Entah lah, dunia hanyalah tipu daya. Yang dimiliki atau tidak. Tak pernah benar benar nyata.  Sudahlah, bodo amat saja.  Ingat saja.... Yang terindah suka hadir di akhir cerita