Doa tanpa henti
Ku terus saja melihat jam yang tak berhenti berdetak
Kau terus berdoa dengan harapan yang sama
Tujuan dan keinginan yang sama...
Untuk sebuah keajaiban
Kau menangis dengan tekad kuat.
Kau masih menghadap sajadah itu sambil meyakinkan diri. Mungkin ketika aku bersujud lebih lama... yang kuasa akan mengabulkannya
Kau usap air mata yang terus membasai pipi. Seraya berkata pada diri sendiri.
Teruslah bersolawat ...
Teruslah....
Terus kan doa panjang dan hajatmu
Allah mendengarkanmu
Kau yang terus merengek pada yang Kuasa. Seperti tangisan bayi yang meminta susu pada ibunya. Dan dalam doa yang amat panjang selalu kau jatuhkan air mata. Yang mungkin sebagai tanda untuk meyakinkanNya....
Walau suatu saat nanti mungkin kau akan tau apakah yang terbaik yang dimaksud Nya.
Karena kau, adalah dirimu sendiri. Kau yang sedang menasehati dirimu sendiri. Dan kau yang menguatkan dirimu sendiri. Kau adalah dirimu yang menuliskan ini sendiri. Ya itu adalah kau.
Kau adalah aku.....
Karena untuk menerima segalanya. Aku butuh dan terus harus belajar.
Bukan ku malaikat tanpa nafsu dan kesempurnaan dunia..
Namun karena aku manusia biasa yang mempunyai keinginan dan berharap munajad cinta
Semoga sebuah kabar kebaikan akan segera hadir... baik dalam bentuk kesehatan, rezeki atau yang lain.
Komentar
Posting Komentar